Indonesian Premier League, Kongres Luar Biasa (KLB), Kongres Tahunan PSSI, PSSI

Klub-klub ISL Tak Diundang Kongres Tahunan PSSI

JAKARTA, suaramerdeka.com –PSSI memastikan tidak bakal mengundang klub-klub Indonesia Super League (ISL) pada Kongres Tahunan 18 Maret mendatang. Alasannya, klub tersebut berada di kompetisi luar PSSI. Sejauh ini, induk sepak bola nasional ini hanya mengakui kompetisi Indonesia Premier League (IPL).

Deputi Sekjen PSSI Saleh Ismail Mukadar menyatakan, pihaknya tidak bakal menghiraukan pernyataan Sekjen Komite Penyelamat Seluruh Indonesia (KPSI), Hinca Panjaitan yang menyebut PSSI harus mengundang klub-klub ISL. Menurut dia, pernyataan itu hanyalah jebakan belaka dan kalau itu dituruti, secara otomatis PSSI akan melanggar statutanya sendiri.

“Saya aneh saja membaca pernyataan dia (Hinca Panjaitan), padahal saya tahu kalau dia mengerti statuta PSSI, tapi jika melihat pernyataannya dia seolah-olah tak memahaminya atau hanya jebakan saja,” kata Saleh di Jakarta, Selasa (24/1).

Sebelumnya, pada Pra-Kongres KPSI yang digelar di Swiss Bel Hotel, Jakarta, Sabtu (21/1) lalu, Hinca mengatakan, PSSI harus memberi undangan kepada anggota PSSI, salah satunya kepada klub-klub ISL. Jika klub ISL tidak diundang dalam Kongres Tahunan, maka PSSI sudah offside.

Saleh Mukadar menambahkan, jika mau membaca Statuta PSSI, pasti akan mudah memahaminya. Hal itu tertuang pada pasal 15 huruf H Statuta PSSI misalnya, serta juga diperkuat Surat FIFA pada 21 Desember lalu, dengan tegas disebutkan bahwa  PSSI dilarang  berhubungan dengan klub-klub pemberontak, yakni klub yang mengikuti kompetisi ilegal, seperti ISL. “Apabila berhubungan dengan mereka (Klub-klub pemberontak-red) maka PSSI akan diberi sanksi. Jadi, kami tidak boleh mengundang yang bukan anggota PSSI untuk mengikuti Kongres Tahunan PSSI karena sudah bukan muhrim lagi,” tegasnya.

Menurut dia, KPSI masih punya anggapan kalau klub-klub ISL yang sudah dinyatakan FIFA sebagai klub ilegal karena mengikuti kompetisi tandingan, masih merasa sebagai anggota sah PSSI. Karenanya, mereka masih merasa punya hak suara untuk diundang, dan PSSI punya kewajiban mengundang mereka. “Persepsinya mereka kan seperti itu. Padahal sudah tidak,” kata Saleh.

Menurutnya, Kongres Tahunan PSSI yang akan digelarnya nanti bukan Kongres Luar Biasa (KLB). Pemilik suara dalam kongres tahunan hanya 108, meliputi 18 suara dari kompetisi level profesional, 16 tim dari level dua profesional, 14 dari tim divisi I, 12 tim divisi II, 10 tim divisi III, dan 33 dari Pengprov PSSI, serta lima suara dari asosiasi.

Karenanya, yang berhak mendapatkan pemberitahuan kongres sesuai ketentuan adalah, 33 Pengprov PSSI, seluruh peserta Indonesian Premier League (IPL), seluruh perserta divisi utama, seluruh peserta divisi I, divisi II, dan divisi III. Sebab mereka adalah anggota PSSI yang berpeluang menjadi voters pada Kongres Tahunan PSSI.

Selain itu, Kongres Tahunan atau KLB hanya dapat terjadi atau sah apabila penyelenggaranya PSSI, atau lembaga lain yang ditunjuk FIFA seperti ketika FIFA memberhentikan Nurdin Halid dari posisinya sebagai ketua umum PSSI, kemudian menunjuk Komite Normalisasi (KN) untuk menggelar Kongres. “Di luar itu, tidak ada yang bisa menggelar kongres,” ujar Saleh.

Sumber: SuaraMerdeka.com

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Sponsor


ACCBOLA.COM

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 4 other followers

Twitter Updates

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

Share via Twitter

Blog Stats

  • 9,905 hits
free counters
%d bloggers like this: